Tidak ada anak yang BODOH
apabila diajar oleh Guru baik dan memiliki metoda pengajaran yang baik

Minggu, 29 April 2012

Now let's Pray



In the name of the Father, and of the Son, and the Holy Spirit. Amen

Lord, the source of our live. We would like to thank you for all the blessing that you spend to us. Thank you for giving us another day so that we can still enjoy the beautiful morning and meet our friends.

Lord, we know that You will always give what we ask you. May You guide us in doing our activities today in order that we can share our love and help each other.
All of this I ask You in the name of your only Son, our lord Yesus Christ. Amen

In the name of the Father ....

Ketaatan

"Ketaatan kepada Kristus tidak menghapuskan badai kehidupan, tetapi hal ini menentukan apakah kita akan bertahan atau jatuh ketika badai datang menerjang."

Peduli dan Berbagi

Kita hanyalah suatu tanda kehadiran Allah yang hidup dan mengasihi. 
Kita adalah tanda kasih Allah Penyelenggara, bila kita membagikannya sebagaimana kita telah menerimanya, gratis dan dalam kelimpahan.

Jumat, 27 April 2012

Ketaatan


"Ketaatan kepada Kristus tidak menghapuskan badai kehidupan,
 tetapi hal ini menentukan apakah kita akan bertahan atau jatuh ketika badai datang menerjang."

Selasa, 24 April 2012

bukan aku, melainkan DIA ! DIA yang LUAR BIASA!


Bukan, bukan aku...tapi DIA! DIA yang LUAR BIASA!
Sekarang, aku hidup bukan aku sendiri yang hidup melainkan Bapa yang hidup di dalam aku.
Seperti benih gandum, ia harus mati dahulu barulah ia akan berbuah. Ya, BERBUAH!!
Berbuah bukan sembarang berbuah tapi benar-benar BERBUAH!


Sejarah kongregasi PI


Pendirian kongregasi kami -persekutuan religius suster-suster Penyelenggaraan Ilahi- pada tanggal 03 Nopember 1842 merupakan suatu tanggapan yang lahir dari iman kepercayaan atas tuntutan konkret masa itu.


Eduard Michelis, seorang imam praja, tergerak hatinya oleh kesengsara- an dalam masyarakat, oleh ter-abaikannya kebutuhan dasar jiwa raga dan kemerosotan dalam bidang susila maupun kerohanian dari anak-anak dan yatim piatu yang berasal dari lapisan masyarakat termiskin di kota Münster (Jerman). Atas dasar iman kepercayaan yang dalam akan Penyelenggaraan Ilahi, ia menyadari tantangan jaman ini sebagai panggilan Allah, dan ia menanggapinya dengan sikap cinta kasih kristiani.
Dalam mencari kemungkinan-kemungkinan untuk membantu secara efektif, ia sampai pada keputusan untuk mendirikan persekutuan religius baru, yang akan memberikan hidup kekeluargaan serta pendidikan kepada anak-anak yatim piatu yang miskin itu. Ditemuinya beberapa pemudi yang merasa dirinya terpanggil untuk hidup membiara dan bersedia mengabdikan diri dalam menanggulangi situasi anak-anak tersebut. Mereka menerima tanggung jawab atas penyelenggaraan sebuah rumah yatim piatu untuk anak-anak miskin di St. Mauritz, Münster. Dengan demikian mulailah kongregasi kami.

Berawal mula hanya untuk pemeliharaan anak-anak yatim piatu, namun dalam perjalanan waktu bertambahlah tugas-tugas lain seperti: tugas misi, pedagogis, pastoral, karitatip, perawatan dan ekonomi rumah tangga di sekolah-sekolah, taman kanak-kanak, sekolah kepandaian putri, di paroki, rumah sakit, panti werda dan panti-panti sosial.

Kongregasi berkembang melampaui Jerman, menyebar ke bagian dunia lainnya:

1876 suster-suster pertama datang ke Belanda. Mereka harus meninggalkan Jerman akibat Kulturkampf.
1895 suster-suster Jerman berangkat ke Brasil, di mana sekarang ini kira-kira 850 suster berkarya di empat propinsi dan empat regio, yang melampaui perbatasan Brasil yaitu di Paraguay, Bolivia dan Mosambik/Afrika Tengah.
1934 propinsi Belanda mengutus suster-suster pertama ke Indonesia, di mana sekarang ini ada 120 suster yang berkarya.
1955 suster-suster dari Belanda berangkat ke Aruba, Antilla kecil. Sekarang ini masih ada satu orang suster yang berkarya di sana.
1960 suster-suster kami memulai di Malawi, Afrika Tengah. Di regio ini ada 20 suster Malawi dan Jerman yang melaksanakan pelayanan.
2000 propinsi Porto Alegre, Brasil mengutus dua suster ke Timor Loro Sae, sekarang ini mereka mendukung kelanjutan sebuah proyek misi.
Saat ini jumlah suster-suster kami seluruhnya: 1586 suster di delapan propinsi dan lima regio

Eduard Michelis,Pendiri Tarekat Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi


Panti Asuhan di St. Mauritz
Pada tanggal 6. Pebruari 1813 Eduard Michelis lahir sebagai anak ke-5 dari keluarga Michelis. Ibunya, Auguste Schaffer merupakan ibu yang penuh kasih dan memberi pengarahan iman dalam keluarga. Ia beriman kuat akan Penyelenggaraan Ilahi. Ketika ia telah berusia lanjut, ia menulis kepada puteranya Eduard:" "Kalian,  ayah dan anak merupakan segala-galanya bagiku. Allah adalah saksiku, betapa sering aku meminta-Nya, supaya kalian dijauhkan dari segala kecelakaan yang mungkin dapat mengena kalian dan menyerahkan kalian kepadaku, supaya aku dapat melihat kalian bahagia” (Sept.1836, EM hal.13).
Wanita yang lembut dan mempunyai kedalaman hidup batin ini, membentuk suasana dan semangat keluarga. Ia merupakan jiwa keluarga. Sepanjang masa hidupnya, Eduard Michelis sangat dekat dengannya. Semangat jiwa Eduard Michelis sangat serupa dengannya, bahkan sejak kecil ia telah berpegang teguh pada iman.
Dalam tahun 1826, waktu semangat gerejani belum berkembang, ibunya menemukan Eduard yang berumur 13 dengan menulis sepujuk surat dengan sangat berkonsentrasi. Ketika ia bertanya, kepada siapa ia menulis, Eduard menjawab: "Ah, Ibu, saya menulis kepada Raja, supaya ia tidak begitu menindas umat Katolik lagi”.
Ayah Eduard Michelis, Franz Michelis adalah mantan Letnan. Ia sering bercerita kepada anak-anaknya tentang perjuangan orang-orang yang membela hidup sesama. Eduard Michelis seringkali menjadi begitu berapi-api mendengar dan menceritakan kembali berbagai kisah tersebut, sehingga terkadang ia sampai melompat di atas kursi.
Sejak Oktober 1926 ia bersekolah di Gymnasium Paulinum, Münster. Ia sangat bersemangat dan cerdas. Ia lulus dengan nilai terbaik pada tahun 1832. Setelah itu ia studi Teologi di Universitas Münster. Kemudian ia masuk seminari dan pada tanggal 27 Mei 1836 dalam usia 23 tahun, ia ditahbiskan sebagai imam. Setelah tahbisan ia ingin melanjutkan studi, namun ia diutus menjadi sekretaris rahasia dari Uskup Klemens August dan sebagai pastor pembantu di Köln.
Melalui kericuhan di Keuskupan Köln, karena melawan politik Pemerintahan Prussia tentang pernikahan campur (Uskup menghendaki agar pasangan campuran tidak diberkati secara gerejani, bila sejak awal tidak ada jaminan pendidikan katolik bagi semua anak-anak mereka).
Konflik ini mencapai puncaknya dan pada tanggal 20 November 1837 Uskup Agung ditangkap. Ia ditanya, siapa yang ia inginkan untuk mendampinginya dan ia menjawab "Hanya pastor pembantuku, Michelis”. Demikianlah Eduard Michelis dan uskupnya ditangkap dan dibawa ke Minden. Pada tanggal 31 Desember tiba-tiba dan tanpa alasan Eduard Michelis dibawa ke Magdeburg. Eduard Michelis menderita TBC berat dan hampir meninggal. Berdasarkan penyakitnya ini pada tanggal 1 April 1840, dia dibebaskan dan dibawa ke Erfurt dengan penjagaan ketat. Pada tanggal 21 April 1841 ia kembali ke Münster. Untuk pemulihan kesehatan, ia tinggal di St.Mauritz. Bersama beberapa imam, ia memulai majalah mingguan keuskupan "Sonntagsblatt” untuk umat katolik. Majalah ini memberi orientasi tentang religiusitas-hidup gerejawi dan hal-hal yang penting.
Hati Eduard Michelis sangat tersentuh ketika ia berjalan-jalan dan melihat penderitaan dari anak-anak miskin dan terlantar di kampung halamannya ini. Nasibnya sendiri yang berat telah membuatnya melihat penderitaan ini. Demikianlah ia tidak dapat melepaskan pandangan dari penderitaan anak-anak ini, sebagaimana dilakukan orang-orang sekampungnya. Pada tanggal 28 Desember 1841 Eduard Michelis bersama teman-teman imamnya yaitu Spiegel dan Aumöller membicarakan cara menolong anak-anak terlantar ini. Mereka bertiga menyadari bahwa tidaklah mudah untuk merealisir rencana ini. Di Münster tidak ada tarekat yang dapat mengambil alih penanganan anak-anak yatim piatu ini. Oleh karena itu diputuskanlah untuk mendirikan sebuah tarekat. Pada tanggal 25 April 1842 diletakkan batu pertama untuk mendirikan rumah yatim piatu. Setelah 6 bulan lamanya pembangunan, berdirilah rumah kecil dengan sebuah kapel. Eduard Michelis menetapkan tanggal 3 November 1842 sebagai hari pendirian tarekat ini. Pada hari tersebut diterimalah anak-anak yatim piatu dan empat perempuan muda untuk mengurus mereka. Tarekat ini diberi nama "Tarekat Suster-sustser Penyelenggaraan Ilahi”. Eduard Michelis telah menemukan dasar kebenaran iman bahwa segalanya terjadi seturut Penyelenggaraan Ilahi.
Eduard Michelis mengakui betapa pentingnya pengarahan rohani dalam hidup membiara bagi persekutuan religius muda ini. Karena di jerman tidak ditemukannya tarekat yang cocok, ia membawa ketiga calon untuk pendidikan dasar di biara Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi di Rappoltsweiler. Pengarahan hidup membiara dari beberapa calon lainnya dibimbingnya sendiri di rumah panti asuhan St.Mauritz. Permulaan ini berat. Kesulitan terutama dalam hal materi. Setelah beberapa minggu seorang calon yaitu Ludowine dari Haxhausen yang diharapkan Eduard Michelis untuk memjabat sebagai pimpinan, mengundurkan diri. Juga Rosa Wesener yang mengurus keuangan panti pulang ke Dülmen.
Pada tahun 1842 Suster Elisabeth Sarkamp diangkat sebagai Ibu panti yang ketiga. Pendampingnya yang setia adalah Sr. Magdalena Hambach yang bergabung dengan tarekat pada awal tahun 1843. Tentang kegiatan kedua suster ini, Franz Spiegel menulis dalam buku hariannya:"Ketika Sr. Elisabeth dan Sr. Magdalena mengambil alih pengelolaan panti asuhan, keadaan menjadi lebih baik. Saya selalu dengan penuh hormat dan kekaguman memandang mereka yang demikian setia, tak kenal lelah dan tanpa memikirkan diri sendiri. Sr. Elisabeth memancarkan kelembutan, ketenangan dan perhatian yang terus-menerus. Sedangkan Sr. Magdalena membawa kegembiraan dan wajah yang cerah. Mereka membawa berkat dari wajah Allah. Bila saya memandang masa depan yang tanpa harapan, berkatalah Sr. Magdalena melalui kata-kata sederhana tetapi dengan sukacita untuk memberanikan".
(Sumber pustaka: Petra Nettelbusch, Die Genossenschaft der Schwestern von der Göttlichen Vorsehung zu Münster i. Westf., Ihr Werden, Wachsen und Wirken 1842-1928, Münster 1928; Eduard Michelis, Ein Lebens- und Charakterbild 1813-1855, Münster 1952; Sr. Angelika Welzenberg, Die Westfälische Provinz der Ordensgemeinschaft der Schwestern von der Göttlichen Vorsehung, Münster 1991)
DOA
Allah Tritunggal,
bersama-sama kami berterima kasih pada-Mu atas panggilan hidup bhakti dan atas keanggotaan kami dalam Tarekat para Suster Penyelenggaraan Ilahi.
Kami berterima kasih atas Bapak Pendiri kami Eduard Michelis. Dia telah dipenuhi oleh cinta-Mu; dan cintanya berpihak pada Gereja, mereka yang miskin dan menderita. Semoga dia memanjatkan doa kepada-Mu untuk kami, sehingga kami memiliki cinta yang besar pada Ekaristi, roti kehidupan yaitu roti yang menghidupi iman kami, juga pada saat kami lemah sehingga harapan dan solidaritas kami kuat. Semoga sabda-Mu pada kami senantiasa mejadi kekuatan dan suka cita dalam perjalanan mewujudkan kerajaan-Mu.
Berkati kami dan seluruh Kongregasi, sehingga kami tetap setia pada karisma dalam kekuatan roh-Mu dan menjawab tanda-tanda jaman dalam iman dan kasih. Amin. (Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi)